- Admin Desa Bonto Jai
- 11 Aug 2026
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Dorong Pelestarian Budaya melalui Sosialisasi Budaya Lokal di Desa Bonto Jai
Bantaeng – Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 Universitas Hasanuddin, Muh. Farhan Fawwaz, melaksanakan program kerja individu berupa Sosialisasi Budaya Lokal pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini bertempat di halaman rumah Bapak Dedi Risaldi, Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.
Sosialisasi diikuti oleh Forum Anak dan Karang Taruna Desa Bonto Jai. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda agar tidak pudar seiring perkembangan zaman serta mendorong mereka untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki desa.
Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, kegiatan ini dikemas dalam suasana santai melalui diskusi sore bersama. Peserta diajak berbincang mengenai berbagai tradisi, nilai budaya, serta pentingnya mempertahankan identitas lokal di tengah arus modernisasi. Suasana yang akrab membuat peserta lebih aktif menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, dan berdiskusi mengenai upaya pelestarian budaya di lingkungan mereka.
Muh. Farhan Fawwaz menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus budaya daerah. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan adat, tetapi juga dengan memahami, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang interaktif menunjukkan tingginya kepedulian Forum Anak dan Karang Taruna terhadap keberlangsungan budaya lokal Desa Bonto Jai. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa budaya merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan nilai budaya lokal. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang bangga terhadap budaya daerah serta berperan aktif dalam menjaga kelestariannya.