- Admin Desa Bonto Jai
- 13 Sep 2026
KKN ANGKATAN 79 GELAR PENYULUHAN DAMPAK PERGAULAN BEBAS DAN PERNIKAHAN DINI
Bonto Jai, 13 September 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 melaksanakan salah satu program kerja berupa Penyuluhan Dampak Pergaulan Bebas dan Pernikahan Anak Usia Dini di Desa Bonto Jai. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas” sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga masa depan remaja.Kegiatan ini dilaksanakan di aula kantor Desa Bonto Jai dan dihadiri oleh Kepala Desa Bonto Jai sekaligus membuka kegiatan Penyuluhan Dampak Pergaulan Bebas dan Pernikahan Anak Usia Dini, para Kepala Dusun, Ketua RW/RT, Ketua Karang Taruna, Forum Anak Desa Bonto Jai, serta para tokoh perempuan dan tokoh masyarakat Desa Bonto Jai juga ikut dalam kegaiatan penyulahan Tersebut
Dalam Sambutan Bapak Kepala Desa Bonto Jai Bapak Amiluddin, S.E.,M.M. memberikan Apresiasi Yang setinggi tingginnya kepada Anak KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 yang telah melaksanakan program kerja ini, dimana kegiatan Penyuluhan ini sangat berguna dan Bermanfaat Apalagi di tengah-tengah Maraknya pernikahan anak usia dini serta banyak Anak - Anak yg terliabat pada Kegiatan Tauran antar Sekolah. melalui kegiatan ini Pula Kepala Desa Bonto Jai Berharap agar para orang tua dapat lebih memperhatikan dan mengotrol kegaiatan anaknya masing – masing.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa persoalan pergaulan bebas dan pernikahan anak usia dini membutuhkan perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab remaja dan orang tua, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, Forum Anak, serta seluruh elemen masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar menghadirkan dua narasumber yang memberikan pemahaman dan edukasi kepada peserta mengenai dampak pergaulan bebas dan pernikahan anak usia dini. Narasumber pertama adalah Ibu Kasmawati, S.E., selaku Penggerak HAM Desa Bonto Jai, dan narasumber kedua adalah Ibu Irda Sewang dari Lembaga Koalisi Perempuan Indonesia wilayah sulawesi selatan.
Kedua narasumber menyampaikan berbagai informasi dan pemahaman mengenai pentingnya memberikan perlindungan serta pendampingan kepada remaja. Peserta juga diajak memahami berbagai faktor dan risiko yang dapat muncul akibat pergaulan bebas maupun pernikahan pada usia dini, baik dari sisi pendidikan, kehidupan sosial, kesiapan mental, maupun masa depan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, remaja diharapkan mampu membangun kesadaran untuk lebih berhati-hati dalam menentukan pergaulan dan mengambil keputusan. Remaja juga didorong untuk mengisi masa mudanya dengan kegiatan positif, meningkatkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.
Tema “Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas” menjadi pesan penting yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut. Remaja sebagai generasi penerus memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan desa. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang aman, sehat, edukatif, dan mendukung perkembangan remaja merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar dengan Pemerintah Desa Bonto Jai dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, edukasi, dan perlindungan anak serta remaja di Desa Bonto Jai.
Kegiatan penyuluhan tersebut dipandu langsung oleh Saudari Nurafiani, yang sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab program kerja KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan yang berkaitan dengan masa depan generasi muda.
Pemerintah Desa Bonto Jai dan seluruh masyarakat diharapkan dapat terus memberikan ruang yang positif bagi remaja untuk tumbuh dan berkembang. Dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, serta organisasi kepemudaan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu mengambil keputusan secara bijak.
Penyuluhan ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa menjaga masa depan remaja berarti menjaga masa depan desa. Dengan pengetahuan, pendampingan, dan lingkungan yang positif, remaja Desa Bonto Jai diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berkualitas.