- Admin Desa Bonto Jai
- 24 Jul 2026
KKNT UNHAS Angkatan 116 Desa Bonto Jai Edukasi Pengolahan Limbah Organik dan Minyak Jelantah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis
Bonto Jai – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin Angkatan 116 dengan tema Perubahan Iklim di Desa Bonto Jai melaksanakan program kerja berupa pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (23/07/2026).
Program ini mengangkat dua inovasi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat, yakni mengolah sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan menjadi pupuk organik, serta memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Bonto Jai Amiluddin, Ketua TP PKK Desa Bonto Jai Kasmawati beserta anggota, Ketua Majelis Taklim beserta anggota, Karang Taruna, Forum Anak, serta masyarakat yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai dampak limbah terhadap lingkungan dan perubahan iklim, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik dari limbah dapur serta proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang aman dan bernilai jual.
Kepala Desa Bonto Jai, Amiluddin, mengapresiasi program kerja yang diinisiasi oleh mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
"Program ini sangat bermanfaat karena mengajarkan masyarakat bahwa limbah rumah tangga tidak selalu menjadi sampah yang harus dibuang. Sisa sayuran, kulit buah, sisa makanan, hingga minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang berguna bahkan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sehingga Desa Bonto Jai semakin bersih, sehat, dan mampu mendukung upaya mitigasi perubahan iklim," ujar Amiluddin.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Bonto Jai, Kasmawati, menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan peran ibu rumah tangga dalam mengelola sampah domestik setiap hari. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di masing-masing rumah dan menjadi kebiasaan baru dalam keluarga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik KKNT Universitas Hasanuddin yang telah menghadirkan pelatihan ini. Materinya sangat mudah dipraktikkan dan memberikan manfaat yang besar. Semoga para ibu dapat memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk untuk tanaman di pekarangan, sementara minyak jelantah yang selama ini dibuang bisa diolah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomi," tutur Kasmawati.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin Angkatan 116 berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan, inovasi sederhana tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang usaha rumah tangga serta memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pengendalian perubahan iklim.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai teknik pembuatan pupuk organik dan lilin aromaterapi, yang diharapkan dapat menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Bonto Jai.