images

KKNT Unhas 116 Pemberdayaan Desa Dorong Inovasi Olahan Rumput Laut dan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Bonto Jai

Bonto Jai - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 116 Posko Pemberdayaan Desa melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Kerupuk Rumput Laut, Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati, dan Sosialisasi Strategi Pemasaran Olahan Produk Rumput Laut. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Jumat (24/07/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT), Ketua TP PKK beserta anggota, Majelis Taklim, Karang Taruna, Forum Anak Desa Bonto Jai, serta masyarakat yang antusias mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan.

Pelatihan pembuatan kerupuk rumput laut bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan hasil panen rumput laut menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan nilai jual lebih tinggi. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada proses pengolahan, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai standar kebersihan, pengemasan, hingga peluang usaha berbasis potensi lokal.

Selain itu, mahasiswa KKNT juga menggelar pelatihan pembuatan pestisida nabati sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan. Pemanfaatan pestisida nabati diharapkan menjadi alternatif pengendalian hama yang aman, mudah dibuat, dan ramah lingkungan sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dalam kegiatan pertanian.

Tidak hanya berfokus pada proses produksi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi strategi pemasaran olahan produk rumput laut. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya membangun merek produk, menentukan kemasan yang menarik, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, serta memperluas jaringan pemasaran agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pemasaran yang efektif sehingga mampu meningkatkan daya saing produk, memperluas jangkauan pasar, serta berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat Desa Bonto Jai.

Kepala Desa Bonto Jai, Amiluddin, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKNT Unhas yang menghadirkan program-program pemberdayaan berbasis potensi lokal.

"Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Desa Bonto Jai. Selama ini sebagian besar hasil panen hanya dijual dalam bentuk mentah. Melalui pelatihan pembuatan kerupuk rumput laut ini, kami berharap masyarakat mulai mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Jika dikelola dengan baik, kerupuk rumput laut dapat menjadi produk unggulan desa yang mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat," ujar Amiluddin.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin Angkatan 116 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan warga diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan dan berdaya saing.