- Admin Desa Bonto Jai
- 28 Jul 2026
Dorong Penanggulangan Perubahan Iklim, KKN Unhas Perkenalkan ECOGAL di Desa Bonto Jai
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan ECOGAL (Ekologi Cerdas Olah Galon) sebagai solusi pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (23/07). ECOGAL merupakan teknologi tepat guna berupa sistem komposter rumah tangga yang memanfaatkan galon bekas dengan metode galon tumpuk untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair (POC). Program ini menjadi salah satu upaya mendukung penanggulangan perubahan iklim melalui pengurangan tumpukan sampah organik dari tingkat rumah tangga.
Program kerja tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah organik sejak dari sumbernya. Melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan galon komposter, masyarakat diperkenalkan pada cara memanfaatkan kembali galon bekas sebagai wadah pengomposan yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, ECOGAL juga mendorong pemanfaatan hasil kompos sebagai pupuk untuk tanaman pekarangan sehingga tercipta pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
Penanggung jawab program kerja, Anisartika anggota dari KKN Gel. 116 Tematik Perubahan Iklim dari program studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa pemisahan sampah organik dan anorganik menjadi langkah awal dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menekan emisi gas rumah kaca. “Menyelamatkan bumi tidak harus dengan langkah besar, cukup dimulai dari dapur, kita sudah dapat menyelamatkan bumi,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng, Hanns Seidel Foundation, serta masyarakat Desa Bonto Jai, termasuk Kelompok Wanita Tani, ibu rumah tangga, Karang Taruna, dan warga setempat. Kepala Desa Bonto Jai, Amiluddin, S.E., M.M., menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. “Dengan memilah dan mengomposkan sampah rumah tangga, masyarakat dapat memperoleh pupuk organik padat dan cair yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi sampah yang berakhir di TPA,” ujarnya. Program ini diharapkan menjadi langkah sederhana yang mampu mendorong kebiasaan pengelolaan sampah berkelanjutan serta memperkuat upaya penanggulangan perubahan iklim di tingkat rumah tangga.